1. Apa pentingnya belajar Filsafat Umum bagi seorang Mahasiswa FTIK?
Menurut saya pentingkah belajar filsafat umum ? Jawaban nya penting , kemudian apakah seorang guru harus belajar filsafat ? Maka jawabannya iyaa karena apa? Alasannya sebagai seorang pendidik yang akan mengajarkan atau mengamalkan ilmu kepada peserta didik tentunya juga harus ada metode- metode pembelajaran yang akan di ajarkan supaya apa? Supaya peserta didik mampu dan bisa mengikuti dengan pemahaman yang dimiliki oleh peserta didik, dengan adanya metode tersebut pendidik atau guru harus memiliki pemikiran - pemikiran yang kritis , logik supaya metode tersebut bisa diterima dan difahami, apalagi filsafat umum yang dimana filsafat ini mengenai tentang semua jenis pemikiran bukan dari perihal agama melainkan juga pengetahuan ilmiah, namun kita sebagai seorang pendidik harus tahu bahwa tidak semua pemikiran filsafat harus di terima karena banyak juga pemikiran para filsuf yang konon katanya juga bertentangan, kita hanya mengambil dan memilih pemikiran yang sesuai dengan apa yang akan kita ajarkan atau amalkan.
2. Narasikan Point' - Point Penting apa saja yang sudah dipelajari selama 7 Pertemuan ini !
Membahas mengenai Terciptanya Alam semesta ini, Membahas apa itu filsafat dan mengapa di dunia ini itu harus ada pemikiran berfilsafat . Kita juga mengetahui para tokoh filsafat barat dari Socrates yang mencari filsafat itu dengan berjalan kaki ke pasar dan berdialog dengan temannya kemudian muncul pemikiran filsafat. Point penting juga pada abad pertengahan adanya perkembangan filsafat barat dan filsafat timur.
3. Hal - Hal Menarik apa yang di dapatkan ?
Hal menarik tentunya adu argumentasi ketika presentasi, karena dengan itu kita memikirkan jawaban yang audiens berikan dengan itu kita berpikir keras supaya masuk akal jawaban yang kita sampaikan . Pemikiran Democritos yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada itu pasti berasal dari sesuatu yang ada pula yang keberadaannya tidak di adakan oleh sesuatu ( sebuah kata-kata yang sulit di nalar akal tapi menarik karena bahasanya yang hiperbola ).
Pemikiran phytagoras yang mengatakan bahwa alam semesta itu bilangan- bilangan karena ada bilangan ganjil dan genap begitu pun ada laki-laki dan juga ada perempuan.
Jika berbicara hal apa yang menarik tentu saja pemikiran para mahasiswa dalam mempelajari filsafat itu sendiri karena pasti banyak perbedaan pendapat dan membutuhkan pikiran yang logis dengan berfikir itu menjadi hal yang menarik bagi diri sendiri untuk mengetahui kemampuan kita dalam berfikir filsafat.
4. Harapan Mahasiswa setelah mempelajari filsafat umum
Dengan mempelajari filsafat, mahasiswa dapat memiliki pemikiran kritis. Setelah mahasiswa lulus bekerja, mereka pasti akan menghadapi berbagai masalah dalam pekerjaannya. Memecahkan masalah pasti membutuhkan keterampilan berpikir kritis dalam menganalisis berbagai hal yang berkaitan dengan masalah yang dihadapinya oleh karena itu, filsafat akan membentuk pemikiran diplomasi yang dapat membuat mahasiswa peka terhadap lingkungan sekitarnya. Filsafat bersifat dinamis, tidak terbelenggu dalam satu aturan. Hal ini akan membuat mahasiswa memiliki kebebasan berpikir, memiliki kemauan untuk mencoba hal-hal baru. tidak harus terikat dengan ide-ide lama, karena mahasiswa bisa menggantinya dengan ide-ide baru yang lebih efektif. segala sesuatu yang sudah berlaku pasti ada sebab yang mengawalinya. ketika mahasiswa ditanya tentang bagaimana sesuatu terjadi, ataupun bagaimana mengatasi suatu masalah, mereka tidak lagi menjawab “Tidak tahu”, karena mereka sudah memiliki jawabannya.membentuk mahasiswa sebagai pemikir yang logis rasional, dengan berpikir secara rasional mahasiswa tidak akan mudah dibohongi dengan berita palsu yang ada di media sosial. Dengan metode berpikir ini, mahasiswa dapat menghadapi masalah dalam hidup dengan baik. mahasiswa dapat menjaga toleransi perbedaan baik itu perbedaan pemikiran, seseorang yang belajar filsafat tidak akan langsung menganggap sesuatu itu benar, mereka akan menghargai perbedaan pikiran baik yang menyimpang dari pemikirannya maupun yang satu pendapat dengannya. Dengan begitu mahasiswa tidak langsung mudah menyalahkan sesuatu yang tidak sejalan dengan pemikirannya.
Filsafat dalam perguruan tinggi berperan dalam memulihkan eksistensi mahasiswa, Perguruan tinggi sebisa mungkin bukan tempat mencetak lulusan untuk dipilih sebagai tenaga kerja. Mahasiswa sebisa mungkin tidak harus dipilih sebagai bagian dari antrian pelamar di suatu perusahaan tetapi harus mampu menciptakan sebuah inovasi baru, menciptakan lapangan kerja baru, dipilih sebagai bagian dari pembangunan negara.